Tuesday, April 29, 2008

don't make someone a priority if they make u an option

Gw dapat kata2 bagus nan menohok itu dari scarpbox facebook yg given by kamel (kamel, kpn ketemu? aku rinduuuuuu.....).
Seperti dalam serendipity, segalanya gw hubungkan antara kejadian kebetulan dengan dugaan tentang apa yg terjadi.
Saat gw membaca ini, gw nyambungin dengan case yang lagi gw hadapi. Yups, gw menghadapi sesuatu, seseorang atau mungkin banyak orang dalam recent life gw. Di saat gw sangat2 berusaha maksimal dalam berbagai keterbatasan tapi gw merasa (seolah) berjalan sendirian padahal tadinya tujuan kita sudah sama2 kita sepakati.
Hmm... Gw yakin anda2 kurang mengerti tapi ya sudahlah, biarkan kali ini gw menulis seenak udel gw. Hehe...
Gw baru saja mengambil langkah yang di mata beberapa orang sangat ekstrim dan beresiko. Padahal dalam kacamata gw langkah tersebut wajar untuk seekor semut merah yang keinjek. Gw emang kayak semut merah cuma bedanya semut tuh gigit nah gw nya nyolot.
Gw memanfaatkan apa yg disebut 'harimaumu' alias mulut gw. Tujuan gw mulia sih sebenarnya, berusaha untuk meluruskan apa yg selama ini gw lihat tidak sesuai dengan hati nurani gw. Langkah ini bukan inisiatif gw semata melainkan bentuk akumulasi dari ketidakjelasan dan ketidaknyamanan suasana. Ketidakjelasan dan ketidaknyaman ini tentunya ada penyebabnya. Tanpa harus mencari tahu atau berspekulasi apa dan siapa, gw lebih baik melontarkan point of view gw. Biarkan sang pembuat keputusan yang memikirkan bagaimana ke depannya (tentu harapan gw beliau tsb wise dan objektif). Tak terbersit sedikitpun di gw dalam mengambil langkah ini bertujuan untuk menjatuhkan pihak tertentu dan mencari muka atau sensasi. Ga guna sih! Gw pun lebih baik mengalokasikan energi gw untuk hal yang lebih baik dari pada sekedar CARI MUKA!
Phew...
Kamel, entah kenapa scrapbox ini seolah menyadarkan gw akan rasa tidak dihargai, tidak dihormati dan diremehkan. Bener banget, gw ga bisa bohong. Satu kalimat yg bener me-representasikan suasana hati gw. Betapa maksud gw untuk maju tidak sejalan dengan mental bijaksana pihak lain.
From now on, gw merasa harus berpikir seperti pepatah ini. Buat apa bela2in orang kalo memang dia ga segitunya juga ke kita.
Makin memperjelas betapa tipisnya perbedaan BAIK dengan GOBLOK!
Cape deh...


p.s. Miss my CERIC... tempat di mana bekerja dan berasa di rumah bisa bercampur tanpa menghilangkan profesionalisme

Sunday, April 27, 2008

- flatted -

Duh, sekarang2 ini mungkin gw masuk lagi ke fase garing. Keberadaan ga jelas, kapan pulangnya ga jelas.. Gelok wae dah!
Boro2 mikirin dapat good credit dr kantor, wong ngerjain apa juga ga ngerti.
Oh ya, gw lg bete dengan pelecehan profesi yang gw dpt dr si X. Bisa2nya dia mengatakan bahwa gw dikirim ke Bali untuk belajar. Gw pertama bingung en marah dong tentunya. Pikiran yg ada di kepala tuh seperti ini.
1. Gw di perusahaan ini kerja kok bukan belajar
2. Kalopun gw dikatakan masih belajar, gw tidak pernah dievaluasi secara fair. Ratusan kali gw syuting dan ada puluhan episode yg udah gw hasilin plus kerja di luar tv program. Ada berapa yg ditolak Astro? Ada brp yg retake sampai borosin budget kantor? Terus kalo mau belajar, emangnya ama siapa? Siapa yg pantas ngajarin gw?
3. Terkondisi oleh inisiatif, di Bali gw jadi menghandle apa yg menjadi job desc PA en creative. Ngawasin script, nge-brief host2nya, nentuin dan hunting lokasi, masuk2in barter promo, bikin link baru, man... Ga banget dari kontrak gw yg (secara hukum) jelas2 bahwa wilayah kerja gw adalah pengambilan gambar, audio dan lighting. Wadddaaa???
4. Dari Jkt mgkn terlalu jijik untuk berkordinasi dan berkomunikasi dengan gw. Karean apa? Karena gw selalu kritis? Gw terlalu smart? Karena congor gw yg ga mau kenal kompromi?
5. No extra credits for inisiative. Hahahahaha... Jgnkan kalo elo ke'rajinan, buat ngerjain job desc aja blm tentu dihargai. Dengan skrg yg gw alami, not a chance lah buat setidaknya dihargai. Ga usah dengan duitlah tp dengan kejelasan program kerja gw juga dah senang.
6. Too many political interests. Ga ngerti sih, ini cuma dugaan (kuat) gw. Intrik ada di mana2 dan gw tau siapa saja yg melakukan ini. Sedikit org tapi gengges deh bo'. Mungkin gw ga begitu disukai karena gw beda. Gw selalu utarakan apa yg menjadi pandangan gw. Mungkin karena biasanya si X dan si X tak pernah ada yg bantah jadinya suka ga terima dengan inputs org lain. Mungkin... Nah, gw sih merasa bgt ada org (org bukan sih) yg emang akan memainkan intrik2 murahannya but i dont care-lah. Selama gw benar, ya apapun yg akan menghadang pasti terlewati.
7. Resign! Yupz... Itu option yg sangat logis. Kenapa harus bertahan dalam suatu ketidaknyamanan? Just packing what i have to pack with. Standby mode untuk hal2 yg mgkn muncul beberapa hari ke depan.
Gw dah curhatin semua ke salah satu decision maker perusahaan gw. Mudah2an ada pencerahan dan juga solusi positif. Buat gw, semua hal td bisa diatasi kok selama tiap person bisa berjiwa besar untuk bisa saling terima, termasuk gw. Jadi ke depan bisa sama2 maju dalam ngejalanin kerjaan ini.
Huuuhh... Ribet yah!

p.s. Kalo dibaca oleh org2 yg ngerasa, silahkan confirm aja. Gw lebih senang dibahas secara interpersonal daripada ngomongin di belakang. Kalian tahu gw bgmn! Throws everything up right in the face!

Saturday, April 19, 2008

Dari Selatan ke Barat... Dari terang ke gelap...



Setelah beberapa kali dan setelah sekian lama di Bali, baru hari ini aku merasakan yang namanya berenang di pantai. Mungkin karena rasa penasaranku dan kemarin sempat take gambar di Dreamland, makanya hari ini aku insist untuk menggauli pantai ini.
Pasir putih dan air yang jernih membuat aku semakin ingin lekas-lekas masuk ke dalamnya. Tanpa pikir panjang aku sudah bermain dengan ombak dan berayun di gelombang yang silih berganti. Dibanding dengan pantai Kuta, keindahan Dreamland cukup mumpuni meskipun garis pantainya tak panjang dan sebagian berkarang. Di sana banyak bongkahan batu karang yang sebagian bisa dimanfaatkan sebagai teduhan ataupun mengganti pakaian. Bukit karang yang ditumbuhi kaktuspun semakin memperindah pantai yang pernah dipakai MLTR sebagai lokasi videoklipnya (SOMEDAY), meskipun bangunan yang dulu ada sudah tinggal sisa.
Tidak terlalu ramai memang, tapi aku sangat malas dengan banyak orang. Turis asing dan lokal terlihat melakukan berbagai aktifitas air ataupun berjemur.
Ketidaksabaranku harus dibayar dengan sengatan matahari yang membakar kulit. Ah, sepadan jugalah dengan kepuasanku di dalam air. Kenapa harus takut hitam sih? Setelah beberapa saat aku kembali mendarat untuk istirahat dan meneguk air. Hmmm.. Ngapain lagi yah? Akhirnya aku minta Riris untuk mengubur aku dengan pasir. Sesuatu yang
sering aku lakukan ke orang lain tapi tidak pernah ngerasainnya. Ternyata ada sensasi beda lho.
Badan berdenyut semuanya dan berat lho. Kapan-kapan nyoba lagi ah...
Setelah setengah jam terkubur, akhirnya aku bangkit lagi menuju pantai yang semakin indah mengantar matahari yang mulai terbenam. Udara mulai mengendurkan panasnya dan efek dingin dari dikubur tadi membuat aku menggigil sedikit. Terayun oleh ombak dan menghadap pada matahari yang perlahan turun... hmmm.. Sungguh pengalaman yang jarang.
INDAH...
Tak ada kata lain yang bisa dilukiskan untuk disematkan pada pantai ini.
Setelah malam mulai bergulir, akupun melangkahkan kaki keluar dari pantai dan melanjutkan perjalanan ke pantai Kuta. Berhubung weekend, agak macet2lah menuju ke sana. Sebenarnya aku udah keseringan banget sih ke sini. Entah cuma makan, jogging pagi, maen layangan atau nongkrong2 bentar.
Kali ini aku, Kiki dan Riris hanya duduk sambil mengobrol dan menikmati purnama dengan aksesoris bintang yang lagi banyak. Bukan itu saja, kita juga bisa melihat bahwa pesawatpun antri di udara untuk landing di Ngurah Rai. Jarang2 nih bisa ngeliat beginian. Kita juga sempat berdiskusi soal pesawat yang bisa berhenti di udara setelah melihat antrian tadi. Di sisi timur dan barat ada juga yang melontarkan kembang api sehingga menambah semarak langit Kuta yang menaungi banyak pasangan di bawahnya.

Bukan indah tapi ENJOY...
Rasanya semakin lama di pulau ini akan semakin membuat aku ingin menjelajahi tiap sudutnya. Keinginanku yang belum tercapai adalah mengeksplorasi keindahan alam pegunungan dengan udara dingin. Bosan sekali jika kita harus melulu ke pantai. Maaf, aku memang lebih menyukai pegunungan.
Yah, setidaknya hari ini aku sudah bisa menikmati pantai. Entah pantai mana lagi di Bali ini yang akan menarik aku untuk menikmatinya...

p.s. Lama2 garing banget nih di sini (dalam arti sebenarnya)
Thx again to Kiki en Riris... Bakal tidur nyenyak nih malam ini
One biggest mistake, LUPA BAWA DIGICAM

Tuesday, April 15, 2008

Grook grook di dalam perut... HARAM!


Guys, buat yang pernah or sering ke Bali pasti dah ga asing lagi deh dengan rumah makan bertuliskan Babi Guling, Lawar or Nasi Campur.
Sebagai salah satu penggemar daging (haram) ini, tak luput gw pun penasaran buat mencoba. Setelah tanya sana sini akhirnya gw tidak melanjutkan kengototan gw buat makan babi guling. Buat yang ga biasa, bumbu Bali ini katanya rasanya aneh banget. Walhasil gw malah hunting Lapo alias babi masakan Batak. Syet dah... Ga penting bgt nyari lapo jauh amat.
Hari ini gw en Kiki jalan buat hunting lokasi. Sampai di Jl. Letda Made Putra, lapar mendera akhirnya kami memutuskan untuk makan babi (lagi) di suatu tempat referensi Kiki.  Kita sampai di rumah makan yang lumayan ramai dengan nama SIOBAK. Hmm.. Ga pernah gw dengar nih nama. Boleh deh coba. Di dalamnya udah terdapat babi dalam berbagai bentuk. Ada kupingl, usus, hati dan daging. Ada yang digoreng, dikecap, panggang dan dibumbu merah. Hmm... Gw memilih yang aman aja yaitu daging goreng sementara Kiki memilih babi kecap.
Menu kamipun datang. Tampak potongan daging enak itu tersaji dalam kuah coklat agak kental bersama timun potong dan juga krupuk kulit babi. Hmm... Wangi dan ternyata lezat meskipun lidah gw agak ga terbiasa dengan kuahnya. Tak salah juga gw sampai tambah nasi setengah lagi. 
Dibarengi dengan es jeruk segar, 
rasanya bener-benar maknyuss lah...
Ternyata daging babi dimasak bagaimana aja emang enak kok. Mau masakan Batak, Cina atau Bali atau digoreng, dikecap dipanggang, hmm... tetap lezat...
This SIOBAK ternyata asoy...
Nyaaammmm...
Thx ya Ki...

p.s. Aduh maap banget buat yang ga bisa makan. Ga ada maksud 
apa2 dengan tulisan ini, cuma share pengalaman aja. 
Actually, gw confused apa ini masakan Bali apa Cina yah.
Hehe...

Monday, April 14, 2008

Happy Birthday...

Dek, udah 24 ya umurmu
Udah dewasa, udah bisa bahagiain mama
Meskipun telat 3 hari tapi hatiku luka mengingatnya...
Pengen nangis
Pengen marah
Pengen lari mencari dirimu..
Ke mana? Ke mana?
Jejakmupun tak ada...
Pulanglah untuk sebuah senyum dan setitik air mata bahagia Mama...

Happy birthday, Brother
I love you more than I knew

Ngebatin dikit ah...

(Tak) terasa juga udah 2 minggu lebih gw di 'sini' dan rasanya ga signifikan kerjaan dengan hasilnya. Bete yang pasti dengan banyak hal yang ga terarah. Berhubungan dengan orang-orang yang ga jelas juga. Yang ada gw kangen abis ama Ciwil, Cetong en Bully yang kata Kak Rina dah rakus bgt en tambah guede.
Apa sih yang gw cari di sini?
Apa yang gw dapat?
Terus terang gw ga nyari apa2 ketika gw malah tercebur entah oleh siapa ke dalam ketidakjelasan kordinasi kerja dan tenggat waktu yang entah kapan munculnya.
Banyak yang bilang gw enak bgt di sini. Yeah... YOU WISH lah..
Asli, kesumpekan tingkat tinggi menggerogoti logika gw buat tetap di jalur profesional.
Profesional??? Bah! Apa pula itu?
Sesuatu yang sering dituntut oleh orang yang not even close to it!!
Mau gimana?
Ada juga yang (mungkin) bilang kalo gw tuh kebanyakan ngeluhnya daripada kerjanya.
Hehe... Bisa jadi seperti itu karena biasanya congor gw lebih gede dari otak gw. Bodo amat sih!
Mana gw harus dihadapkan dengan sikon2 yang ga penting, orang2 yang cukup aneh, duuh... mai pecah deh syaraf gw.
Ga tau ampe kapan di sini. Ga tau mau gimana. Ga tau ngomong ke siapa. Ga jelas! Ga jelas!
Susah nih udah tua tapi semangat masih anak muda. Anak muda, bukan childish yah BEGO!
Damn... Ngutuk mulu kerjaan gw. Abis ga ada kerjaan jg. Adapun kerjaan, smuanya ga jelas.
Ya sudah...
San Mig en Corona dah mulai rajin ngebuncitin si Ncit. Lumayanlah buat nganter tidur, sejnak menidurkan gw total dari kenyataan...
One last question, please?
WHO'S TO BLAME???

p.s. Duh, kangen gila ama kucing2 gw... Huhuw... Pasti tambah bongsor semua. Kangen ama Kakak, kangen ama anak2 Tebet, kangen capting, kangen semuanyahhh.......
Kangen cinta2an juga ah... hehe...
GILAAAAAAAAAAAAAAAAAAA