Monday, February 25, 2008

Sentimental macho guy...

Beberapa hari yang lalu Kak Rina bilang kalo Om X (begitu gw menyebut Xanana Gusmao) tampil di Kick Andy. Dalam acara tsb, Om X banyak menitikkan air mata ketika bertemu beberapa orang dari sipir LP Cipinang sampe seorang ibu yang pernah menyelamatkan dia.
Kembali ke jaman gw sebagai so-called activist jaman reformasi dulu, gw dan temen2 gw memang beberapa kali melakukan kunjungan ke LP Cipinang untuk mencari pencerahan dari orang-orang yang dulu dianiaya secara politik oleh Soeharto. Ada Budiman Sudjatmiko, Pak Latief ex PKI dan paling menyentuh gw adalah Xanana Gusmao.
Membayangkan Xanana sebelum bertemu beliau adalah sosok yang tinggi besar, berjanggut, seram dsb karena Om X merupakan pemimpin Fretilin (atau gerakan pembebasan Timor Leste). Dalam propaganda orde baru, Fretilin merupakan organisasi makar yang mengancam keutuhan NKRI dan character building yang disematkan untuk Xanana cukup membuat gw berfikir seperti itu.
Akhirnya saat itu tiba. Gw bertemu dengan sosok yang tadi lumayan mengintimidasi gw dan ternyata jauh dari gambaran gw. Secara fisik, sosok Xanana Gusmao tampan, kebapakan dan penuh semangat akan perjuangan melawan penindasan. Dia juga diberi kharisma lebih karena berada di dekatnya saja seperti ada aura baik yang menaungi. Sangat akrab dengan orang sekitarnya dan tidak membeda-bedakan siapapun.Tutur katanya yang halus dipenuhi kata-kata bernada inspirasi, motivasi dan rasanya tak satu katapun keluar tanpa makna. Bahkan pada saat dia memeluk gw, ada rasa hangat dan terlindungi yang meliputi diri gw. Ketika kita bertukar pikiran soal resistensi, demokrasi, rakyat Timor Leste, tak ada makian ataupun ucapan beraroma dendam. Di hadapan gw hanyalah seorang bapak yang (terkadang dengan mata berkaca2) menginginkan sesuatu kebaikan buat keluarganya, seorang pemimpin yang cinta rakyatnya, dan seorang laki-laki yang melindungi hal dan martabatnya.
Pertemuan itu seakan-akan membuat gw merasa harus datang kembali dan ya, setelah itu gw beberapa kali menemui Om X dengan membawa kakak gw dan bokap gw, bahkan sempat sekali merayakan Natal bersama pada tahun 1998. Tak hanya Om X, saudara-saudara dari Timor Lestepun tak sedikit yang berdatangan. Di sana hanya ada tawa, berbagi cerita dan pencerahan.
Pertemuan terakhir gw dengan Om X yang dipindah ke Salemba akhirnya datang juga. Kita mengadakan makan bersama dan tanpa disangka, Om X sudah menyiapkan berbagai hadiah. Gw mendapatkan kaos bergambar dirinya di balik terali plus tandatangan. Bukan hanya itu, Om X menuliskan sesuatu buat gw dalam bahasa Portugis bahwa sesungguhnya masa depan sebuah bangsa berada di tangan pemuda. Tulisan yang seringkali gw baca dan menginspirasi gw untuk terus berusaha membuat perubahan.
Pertemuan itupun diakhiri dengan pelukan hangat ala sang gerilyawan. Ada rasa haru yang terbersit ketika kita saling melambaikan tangan dan dalam hati gw berharap untuk menemui om X dalam keadaan yang lebih baik.
Yes, he is much better now...


Brain damage (of others’)

Gila ya! Asli ! Sumpah! Ga banget! Phew!

Gw kembali bearada dalam situasi ‘in between’, bedanya kali ini gw menjadi tumbal dari sikon yang terkesan konspiratif (padahal ngga). Gw merasa ga fair aja ketika gw harus menjalani suatu hukuman bukan sebagai konsekuensi tetapi menjadi kambing hitam dari penguasa yang ingin menyelamatkan muka (yang ga bagus2 banget juga).

Masalah gw mungkin tak seberat Pollycarpus tapu kasus tipikal ini menyeret gw ke lembah ketidak[percayaan dan keinginan kuat untuk lebih self-centered. Kenapa ngga? Gw lebih care pada orang lain but look what I’ve got? Got blamed, gotta pay it, got sicked with almost everyone around… Phew! Cape memang tapi mau gimana lagi? Palu sudah diketok dan hukuman harus berjalan. Gw hanya bisa menjalani apa yang (mereka pikir) seharusnya gw jalani. Ga peduli bahwa ada sudut kecil di hati gw yang terluka. Jalani saja!

FORGIVEN BUT NOT FORGOTTEN!!

p.s. just spitting out old case…

Saat senyum jadi mahal

Dengan mood pas-pasan gw melangkah gontai dan keadaan menuntut gw untuk sembunyikan isi hati. Kenapa?

Others don’t have to know! Its my own prob yang belum tentu ada solusinya.

Topeng sandiwara akhirnya gw pasang juga, berharap yang lain akan percaya akan lakon dadakan yang sedang gw mainkan. Gw ternyata bukanlah aktor handal yang bisa membawakan sembarang karakter. Bahkan dengan sepasang bibir yang gw setting sedemikian rupa inipun tak mampu dengan luwes membawakan sandiwara amatiran ini.

Phew!

Senyum yang terpampang terasa sangat hambar sampai gw ga bisa bayangin seperti apa wajah gw yang tersaji.

Hati yang meringis teriris menarik kencang syaraf pipi untuk mengembangkan senyum.

Gw bukan jualan tapi senyum gw terasa mahal…

Wednesday, February 20, 2008

recent shout out

Yang ganjel di hati;

Maaf buat Kak Rina karena komputernya belum kelar...
Maaf buat Ceric karena videonya terbengkalai...
Maaf buat Hikmat karena ga jadi ikutan ESPN ke S'pore
Maaf buat Hartati karena aku en Yolan ga jadi ke kawinan Lastry
Maaf buat Pani karena belum bales sms padahal kemaren kena gempa di rumah
Maaf buat Haryo karena project ericsson ga ada kabar
Maaf buat Leila karena belum tembus satupun project kita
Maaf buat Jockey, Viga en Mbak Gina karena foto2 kemaren belum di upload
Maaf buat Autogenic karena audio (which made not by me) rusak sampe revisi dari Astro
Maaf buat Nyung karena sempet sebel ga nganter gw pulang (hehe...agak dramatisir nij)
Maaf buat Erwin en Vivi kalo ada kekurangan gambar di Bali
Maaf buat Cipluk karena belum bayar utang nih
Maaf buat Hesti karena ga bisa minjemin saat ini
Maaf buat Andres belum lunasin duit kamera
Maaf buat Mba Debbie karena konsep programnya belum kelar
Maaf buat Wita karena ga bisa nginep kemaren
Maaf buat Mama karena belum bisa ngasih apapun yang Mama mau (menantu sih maksud gw)
Maaf buat Diri Sendiri karena belum bisa memotivasi otak untuk bisa punya planning ke depan, punya asuransi, punya motor, punya macbook, punya bisnis, punya kamera, anjrit nih gw matre parah... hehe..
Maaf... seperti kata Mpok Mineh

Setiap orang punya 2 sisi. Yang di atas adalah di mana gw merasa telah menyakiti atau merugikan orang dan di bawah ini adalah sisi di mana gw merasa tersakiti atau dirugikan..

Andres, kapan nih videonya jadi? Fee gw ketahan jadinya...
Adib, siwalan lo ninggalin gw... (lebih ke gw jadi kangen aja seh...)
Bokap brengsek ga ngerti hidup gw di sini udah kayak apaan tau... hate to say this but fuck u!!
Keluarga bokap yang lower than the shit... ah, mati rame2 sana...
Siapapun yg ga balikin Lisa Loeb gw en album gw yg laen... Balikin dong!
Some weirdos who call themselves professionals but treat others like an amateur, kena batunya deh lo...
Some people yang minjem apa aja dr gw tolong dibalikin yah...
Hypocrites deserve hell... Just save ur saliva, please...?
Neo-colonialists yang udah nginjek2 negara gw, mudah2an diabetes semua lo!

cape deh...