Gw dapat kata2 bagus nan menohok itu dari scarpbox facebook yg given by kamel (kamel, kpn ketemu? aku rinduuuuuu.....).
Seperti dalam serendipity, segalanya gw hubungkan antara kejadian kebetulan dengan dugaan tentang apa yg terjadi.
Saat gw membaca ini, gw nyambungin dengan case yang lagi gw hadapi. Yups, gw menghadapi sesuatu, seseorang atau mungkin banyak orang dalam recent life gw. Di saat gw sangat2 berusaha maksimal dalam berbagai keterbatasan tapi gw merasa (seolah) berjalan sendirian padahal tadinya tujuan kita sudah sama2 kita sepakati.
Hmm... Gw yakin anda2 kurang mengerti tapi ya sudahlah, biarkan kali ini gw menulis seenak udel gw. Hehe...
Gw baru saja mengambil langkah yang di mata beberapa orang sangat ekstrim dan beresiko. Padahal dalam kacamata gw langkah tersebut wajar untuk seekor semut merah yang keinjek. Gw emang kayak semut merah cuma bedanya semut tuh gigit nah gw nya nyolot.
Gw memanfaatkan apa yg disebut 'harimaumu' alias mulut gw. Tujuan gw mulia sih sebenarnya, berusaha untuk meluruskan apa yg selama ini gw lihat tidak sesuai dengan hati nurani gw. Langkah ini bukan inisiatif gw semata melainkan bentuk akumulasi dari ketidakjelasan dan ketidaknyamanan suasana. Ketidakjelasan dan ketidaknyaman ini tentunya ada penyebabnya. Tanpa harus mencari tahu atau berspekulasi apa dan siapa, gw lebih baik melontarkan point of view gw. Biarkan sang pembuat keputusan yang memikirkan bagaimana ke depannya (tentu harapan gw beliau tsb wise dan objektif). Tak terbersit sedikitpun di gw dalam mengambil langkah ini bertujuan untuk menjatuhkan pihak tertentu dan mencari muka atau sensasi. Ga guna sih! Gw pun lebih baik mengalokasikan energi gw untuk hal yang lebih baik dari pada sekedar CARI MUKA!
Phew...
Kamel, entah kenapa scrapbox ini seolah menyadarkan gw akan rasa tidak dihargai, tidak dihormati dan diremehkan. Bener banget, gw ga bisa bohong. Satu kalimat yg bener me-representasikan suasana hati gw. Betapa maksud gw untuk maju tidak sejalan dengan mental bijaksana pihak lain.
From now on, gw merasa harus berpikir seperti pepatah ini. Buat apa bela2in orang kalo memang dia ga segitunya juga ke kita.
Makin memperjelas betapa tipisnya perbedaan BAIK dengan GOBLOK!
Cape deh...
p.s. Miss my CERIC... tempat di mana bekerja dan berasa di rumah bisa bercampur tanpa menghilangkan profesionalisme
Tuesday, April 29, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment